Reflection – Rumput Menjadi Kering dan Bunga Menjadi Layu

By : Pdt. Dr. Frans P. Tamarol
“All men are like grass, and all their glory is like the flowers of the  field;  the grass withers and the flowers fall, but the word of the Lord stands forever” 
 (1 Peter 1:24-25  NIV)

Adalah sangat baik kalau kita dapat membuat refleksi dari hal-hal positif dan yang boleh membina sikap yang optimistis mengingat bahwa orang-orang percaya, anak-anak Tuhan yang sudah ditebus dengan darah-Nya, adalah anggota-anggota Tubuh Krstus yaitu gereja yang dipanggil dan dikuduskan untuk membawa misi Injil keselamatan kepada dunia. Di penghujung tahun 2010 ini, judul refleksi di atas agak kedengaran pesimistis, tetapi ayat Alkitab (I Petrus 1:24-25) yang dikutip di depan sama sekali tidak menganjurkan sikap pesimistis seperti itu, karena kata-kata penutup berbunyi, “… tetapi Firman Tuhan itu tetap sampai selama-lamanya.”

Juga, kita harus tetap optimis karena pada masa seperti ini yaitu pada setiap akhir tahun, kalender di dinding kita justru memuat peringatan “natal” Yesus Kristus yang makna utamanya adalah khabar baik tentang kesukacitaan besar—good news of great joy” (Luk. 2:10). Memang tentunya bukan karena kalender menentukan bahwa peringatan natal itu pada bulan Desember maka kita harus optimis, tetapi karena Alkitab mencatat bahwa Tuhan Yesus, Allah yang berinkarnasi menjadi manusia itu sudah datang dan bersedia lahir di kandang Betlehem, hidup sebagai anak tukang kayu di Nazaret, dan mati bersama dengan kumpulan penyamun di Golgota untuk menggantikan kita manusia yang penuh dosa.

Read More

Sikap optimistis itu dengan demikian tidak tergantung pada kalender, dan tidak tergantung pada lingkungan sekitar (apakah bersahabat ataupun tidak bersahabat), bahkan tidak tergantung pada bentuk perayaan natal yang dilakukan oleh gereja-gereja dan persekutuan-persekutuan Kristen, tetapi pada iman kita terhadap karya Kristus, Juruselamat manusia. Perayaan natal sendiri tidak pernah diperintahkan dalam Alkitab dan tanggal pastinya pun tidak tercantum dalam Kitab-Kitab Injil. Kalau gereja-gereja dan persekutuan Kristiani mau merayakan natal pada tanggal tertentu (biasanya di bulan Desember dan adakalanya pada bulan Januari juga), maka yang perlu diperhatikan ialah bentuk perayaan itu musti bersifat Kristiani, memberitakan Injil kasih karunia Allah, mengusahakan terwujudnya sukacita sorgawi di dalam keluarga dan di dalam persekutuan gerejawi, menjamin terciptanya damai sejahtera di antara umat, dan pada ujungnya membawa kemuliaan dan kepujian bagi Tuhan Allah, Bapa sorgawi kita.

Namun masih ada lagi satu hal yang sering menyesakkan nafas dan memusingkan otak orang-orang pada saat-saat menjelang akhir tahun, yakni “kekuatiran” (baca “ketakutan”) memasuki tahun yang baru. Di dalam hati, orang mengajukan beberapa pertanyaan antara lain: (1) Apakah saya masih akan diperkenankan Tuhan untuk menyelesaikan tahun ini, dan boleh menyeberang ke tahun yang baru? (2) Apakah tahun yang akan datang ini akan membawa sukacita dan damai sejahtera kepada saya dan keluarga? (3) Apakah hal-hal yang sedang dikerjakan pada tahun ini dapat diselesaikan sehingga tahun yang baru nanti tidak dipenuhi dengan unfinished business dari tahun yang lama? (4) Apakah hal-hal yang menyesakkan yang terjadi pada tahun ini tidak akan berulang pada tahun yang baru, dan atau tidak akan berlanjut dan menjadi lebih parah? Ini baru contoh-contoh pertanyaan yang sering membayang-bayangi hati dan pikiran manusia di penghujung tahun.

I Petrus 4:24-25 mengingatkan kita semua bahwa hidup manusia itu seperti rumput yang ada pada hari ini tetapi besok telah menjadi layu. Justru pada penghujung tahun seperti ini, manusia biasanya berpikir apakah tahun depan masih ada harapan? Seperti diungkapkan di atas, orang bertanya pada diri sendiri, “apakah saya masih dapat menginjakkan kaki di tahun 2011?” Seharusnya kita musti lebih sadar, jangankan menunggu sampai tahun 2011 yang tinggal beberapa hari lagi, setiap kita pun dapat bertanya, “apakah saya masih bangun besok pagi?”

Ibarat bunga yang berkembang hari ini tetapi besok tidak didapati lagi, demikianlah hidup manusia termasuk saya dan saudara.  Syukurlah karena berita malaikat kepada para gembala di padang Efrata, memberi harapan kepada kita, “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat …, yaitu Kristus Tuhan.” (Lukas 2:11). Ini adalah khabar gembira buat semua orang. Ini adalah kuasa Injil yang menyelamatkan orang-orang yang percaya kepada-Nya (Roma 1:16). Terpujilah Tuhan Yesus Kristus yang Firman-Nya kekal selama-lamanya. Amin.




Rumput Menjadi Kering dan Bunga Menjadi Layu (Tract PDF Format)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *