MATI TERHADAP HUKUM TAURAT

Oleh: Dr. Djonny Pabisa, M.Pd., M.Th

Bacaan: Roma 7:1–6
Ayat Utama:
“Kamu juga telah mati terhadap hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah.”
(Roma 7:4)

Read More

Paulus menjelaskan dengan gambaran yang sangat sederhana tapi dalam: selama seseorang masih terikat dalam perjanjian pernikahan, ia tidak bebas untuk bersatu dengan yang lain. Tapi jika yang satu telah mati, ia bebas. Begitu juga kita. Kita telah mati terhadap hukum Taurat melalui kematian Kristus. Sekarang kita bebas, bukan untuk hidup seenaknya, tapi untuk menjadi milik Kristus yang bangkit.
Hukum Taurat tidak salah, tapi hukum itu tidak punya kuasa untuk mengubah hati. Ia hanya menunjukkan kesalahan, tapi tidak memberikan kekuatan untuk menang. Sekarang, kita hidup oleh Roh, bukan lagi oleh huruf hukum. Kita tidak lagi dikendalikan oleh kewajiban, tapi digerakkan oleh kasih.

Aplikasi Praktis dalam Kehidupan Sehari-hari:
Pernah merasa imanmu seperti beban? Seperti kamu harus melakukan ini dan itu supaya Tuhan tetap senang sama kamu? Kalau iya, mungkin kamu masih hidup seolah-olah kamu terikat pada hukum Taurat. Tapi kabar baiknya: kamu sudah dibebaskan. Kamu hidup dalam perjanjian baru, bukan yang lama.
Sekarang, ketaatanmu bukan demi menyelamatkan diri, tapi karena kamu sudah diselamatkan. Kamu tidak taat untuk dikasihi, kamu taat karena kamu dikasihi. Dan karena kamu sudah menjadi milik Kristus, sekarang kamu bisa menghasilkan buah—bukan dari usaha manusiawi, tapi dari kehidupan Roh yang bekerja di dalammu.
Kalau kamu belum pernah benar-benar percaya kepada Injil dan menerima hidup baru ini, hari ini waktunya. Kristus telah mati dan bangkit supaya kamu bebas dari sistem hukum yang tidak memberi hidup, dan masuk ke relasi kasih yang menghasilkan buah kekal.

Evaluasi hidupmu: apakah kamu menjalani iman sebagai hubungan dengan Kristus atau sekadar kewajiban rohani?

“Kamu tidak dipanggil untuk hidup dalam tekanan hukum, tapi dalam relasi kasih dengan Kristus yang hidup.”
Pertanyaan Refleksi
• Apakah aku masih merasa harus memenuhi syarat tertentu supaya Allah menerima aku?
• Sudahkah aku menyadari bahwa aku telah mati terhadap hukum dan sekarang hidup dalam perjanjian kasih karunia?
• Bagaimana hidupku bisa mencerminkan relasi yang penuh kasih, bukan tekanan kewajiban?

Doa:
Tuhan Yesus Kristus, terima kasih karena aku telah mati terhadap hukum Taurat melalui kematian-Mu, dan sekarang aku milik-Mu. Tolong aku untuk tidak lagi hidup dalam tekanan aturan, tetapi dalam relasi yang penuh kasih dengan-Mu. Biarlah hidupku berbuah, bukan karena kewajiban, tapi karena kasih dan kuasa Roh-Mu di dalamku. Amin.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *