NUBUAT, BAHASA ROH, DAN KETERTIBAN DALAM GEREJA

Oleh: Dr. Djonny Pabisa, M.Pd., M.Th

Bacaan: 1 Korintus 14:1–33

Read More

Ayat Utama:

“Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.”

(1 Korintus 14:33a)

Karunia rohani adalah berkat, tapi tanpa kasih dan ketertiban, karunia itu bisa menimbulkan kekacauan. Paulus menekankan bahwa dalam jemaat, karunia harus digunakan dengan tujuan membangun dan dengan roh yang tertib.

Bahasa Roh, nubuat, dan tanda-tanda rohani tidak boleh menjadi ajang pertunjukan rohani. Paulus tidak melarang karunia, tapi mengarahkan penggunaannya agar sesuai dengan natur Allah: Allah yang mendatangkan damai, bukan kebingungan.

Tujuan dari semua karunia adalah membangun tubuh, bukan mengesankan jemaat.

Aplikasi Praktis dalam Kehidupan Sehari-hari

Sebagai orang percaya, kita perlu menghargai karunia Roh, tapi kita juga perlu menyadari bahwa karunia tidak boleh dilepaskan dari kasih dan ketertiban. Roh Kudus tidak bekerja dalam kekacauan. Dia bekerja dalam damai, keselarasan, dan saling membangun.

Kamu mungkin punya pengalaman rohani yang kuat, tapi itu tidak menjadikanmu lebih tinggi dari yang lain. Ukuran kedewasaan rohani bukan intensitas pengalaman, tapi kemauan untuk taat, menghormati orang lain, dan membangun secara bijak.

Kasih karunia memanggilmu untuk hidup dalam urutan ilahi. Dalam persekutuan, bukan kehebohan yang penting, tapi ketertiban yang membawa damai. Pelayanan sejati bukan soal spektakuler, tapi soal membangun. Dan itulah yang mencerminkan karakter Kristus.

“Roh Kudus tidak hadir untuk mengacaukan, tapi untuk membangun dengan kasih dan ketertiban.”

Pertanyaan Refleksi:

• Apakah aku memahami tujuan dari setiap karunia yang Tuhan berikan?

• Dalam pelayananku, apakah aku mengejar dampak atau penampilan?

• Bagaimana aku bisa membawa damai dan ketertiban dalam persekutuan rohani?

Tantangan Hari Ini:

Periksa kembali motivasi dalam menggunakan karunia rohani. Apakah itu membangun sesama? Bawalah semua karuniamu dalam terang kasih dan urutan yang memuliakan Tuhan.

Doa:

Tuhan Yesus Kristus, terima kasih atas karunia-karunia yang Kau berikan bagi jemaat. Ajar aku menggunakannya bukan untuk diriku, tapi untuk membangun orang lain dalam kasih dan ketertiban. Bentuk aku menjadi saluran damai, bukan kekacauan. Amin.

 

 

 

 

 

 

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *