KRISTUS, BUKAN DIRI SENDIRI YANG KAMI BERITAKAN

Oleh: Dr. Djonny Pabisa, M.Pd., M.Th

Bacaan: 2 Korintus 4:5–6

Read More

Ayat Utama:

“Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan kami sebagai hambamu karena Yesus.”
(2 Korintus 4:5)

Paulus sangat jelas: pusat pewartaannya adalah Kristus, bukan dirinya. Dalam dunia yang semakin haus akan pengakuan dan pencitraan rohani, renungan ini mengingatkan kita bahwa kekuatan Injil bukan terletak pada siapa yang menyampaikan, tapi pada siapa yang diberitakan.

Pelayanan sejati bukan soal mem-branding diri, tapi soal menyatakan Kristus dalam segala hal. Kita hanyalah hamba, dan kemuliaan itu hanya milik Tuhan.

Aplikasi Praktis dalam Kehidupan Sehari-hari

Setiap orang percaya dipanggil untuk memberitakan Injil, bukan mengiklankan diri. Tapi jujur saja, kita sering lebih sibuk membangun citra rohani daripada menyatakan kasih Kristus. Kasih karunia mengajarkan kita untuk menurunkan ego dan meninggikan Kristus.

Apa pun bentuk pelayananmu, mengajar, menghibur, menulis, menyapa, atau hanya menjadi telinga yang mendengar, pastikan semuanya menunjuk kepada Kristus. Biarlah orang melihat perbuatanmu, tapi memuliakan Tuhan, bukan memuji dirimu.

Kamu tidak harus tampil sempurna. Kamu hanya perlu jujur, rendah hati, dan rela jadi saluran. Karena ketika Kristus yang diberitakan, kuasa Tuhan akan bekerja bahkan lewat hidup yang biasa-biasa saja.

“Pelayanan bukan panggung untuk tampil, tapi cermin untuk memantulkan Kristus.”

Pertanyaan Refleksi:

  • Dalam pelayananku, apakah Kristus yang terlihat atau diriku yang ditonjolkan?
  • Apakah aku sudah hidup sebagai hamba Kristus, bukan sebagai pusat perhatian?
  • Bagaimana aku bisa memberitakan Kristus dalam hal-hal kecil hari ini?

Tantangan Hari Ini:

Tinjau satu area dalam hidup atau pelayananmu, dan tanyakan: “Apakah ini sedang memuliakan Kristus atau mengangkat diriku sendiri?” Ambil langkah untuk menggeser fokusnya kembali kepada Kristus.

Doa:

Tuhan Yesus Kristus, aku tidak ingin menjadikan hidupku panggung untuk egoku. Biarlah semua yang aku lakukan memuliakan nama-Mu. Aku hanya hamba-Mu, pakailah hidupku untuk menyatakan siapa Engkau sesungguhnya. Amin.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *