Oleh: Dr. Djonny Pabisa, M.Pd., M.Th
Bacaan: Galatia 1:11-17
Ayat Utama:
“Sebab aku menegaskan kepadamu bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia.”
(Galatia 1:11)
Paulus menegaskan bahwa panggilannya tidak berasal dari manusia. Ia tidak belajar dari para rasul sebelum dia. Ia juga tidak menerima doktrin ini dari tradisi keagamaan Israel. Ia dipanggil langsung oleh Kristus yang telah bangkit. Pewahyuan ini menjadi dasar pelayanan Paulus sebagai rasul bagi bangsa-bangsa dan bagi Gereja Tubuh Kristus.
Yang menarik adalah bagaimana Paulus menggambarkan panggilan itu sebagai sesuatu yang terjadi hanya karena kasih karunia. Pada masa lalunya ia adalah penganiaya gereja. Ia tidak layak. Ia tidak mencari Yesus. Ia tidak mengejar jabatan rohani. Namun Allah memanggilnya karena keputusan dan rencana yang sudah disiapkan sejak ia berada dalam kandungan. Kasih karunia bekerja bukan karena kelayakan manusia tetapi karena maksud Allah sendiri.
Panggilan Paulus menjadi gambaran panggilan kita juga. Kita dijangkau oleh Tuhan bukan karena kita lebih baik dari orang lain. Kita tidak dipilih karena potensi atau prestasi. Kita dipanggil tanpa syarat. Yang memulai pekerjaan itu adalah Tuhan dan yang menyempurnakannya juga Tuhan. Keselamatan dan panggilan itu lahir dari kasih karunia, bukan dari usaha manusia.
Aplikasi Praktis dalam Kehidupan Sehari-hari
Banyak orang merasa bahwa Tuhan memperhatikan mereka hanya ketika mereka berhasil, kuat, atau menunjukkan kualitas hidup yang baik. Padahal panggilan Tuhan datang saat kita bahkan tidak memikirkannya. Sama seperti Paulus yang dipanggil ketika ia sedang berada di titik paling keliru dalam hidupnya.
Ini berarti kita tidak perlu membangun citra tertentu agar Tuhan memakai kita. Kita tidak dipanggil berdasarkan reputasi. Kita dipanggil karena kasih karunia. Tidak ada syarat yang harus kita penuhi sebelum Tuhan menerima kita. Tidak ada catatan prestasi yang harus ditunjukkan. Bahkan ketika masa lalu kita kelam sekalipun, Allah tetap bisa memanggil dan memakai hidup kita.
Ketika kamu memahami bahwa panggilan itu tanpa syarat, hidupmu menjadi lebih ringan. Kamu tidak lagi tertekan untuk memenuhi standar manusia.
Kamu belajar menikmati fakta bahwa Allah bekerja berdasarkan kemurahan hati Nya, bukan berdasarkan kehebatanmu.
Pertanyaan Refleksi
- Apakah aku masih merasa harus menjadi lebih layak agar Tuhan mau memakai hidupku?
- Apakah aku benar benar percaya bahwa Allah memanggilku karena kasih karunia?
Doa
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau memanggil aku tanpa syarat. Tolong aku untuk tidak lagi mengandalkan kelayakan diri sendiri tetapi percaya kepada kasih karunia yang Engkau berikan. Pimpin aku untuk berjalan sesuai panggilan yang telah Engkau tetapkan atas hidupku. Amin.





