AGAMA TAK BISA MENYELAMATKAN

The brightly rising New Year's sunrise and the holy cross of Jesus Christ and JESUS

Oleh: Dr. Djonny Pabisa, M.Pd., M.Th

Bacaan: Galatia 2:6-10

Read More

Ayat Utama:

“…mereka tidak memaksa aku supaya menyunatkan Titus…”
(Galatia 2:6)

 

Dalam pertemuannya dengan para pemimpin di Yerusalem, Paulus menegaskan satu hal penting. Para rasul yang lebih dahulu melayani orang orang Yahudi tidak menambahkan syarat apa pun atas Injil yang Paulus beritakan. Mereka tidak memaksa Titus, yang adalah orang Yunani, untuk disunat. Ini menunjukkan persetujuan bahwa keselamatan bagi bangsa-bangsa tidak melalui hukum atau ritual keagamaan Israel.

Paulus memahami bahwa agama, sebaik apa pun bentuknya, tidak mampu menyelamatkan. Agama hanya dapat memberikan aturan. Tetapi aturan tidak dapat memberikan hidup baru. Kebenaran hanya datang melalui Kristus. Dan Kristus sudah menyelesaikan karya penebusan itu melalui kematian, penguburan, dan kebangkitanNya. Tidak ada ritual tambahan yang dapat membuat seseorang lebih diterima oleh Allah.

Agama sering mencoba mengisi kekosongan hati dengan usaha manusia. Tetapi Injil Paulus mengajarkan bahwa keselamatan bukanlah kolaborasi antara usaha manusia dan kasih karunia Allah. Keselamatan adalah karya Allah sepenuhnya. Tidak ada sistem keagamaan yang dapat menggantikan atau menambah apa yang sudah Kristus selesaikan.

 

Aplikasi Praktis dalam Kehidupan Sehari Hari

Banyak orang masih merasa aman ketika mereka melakukan ritual tertentu. Ada yang merasa lebih dekat dengan Tuhan setelah melakukan kegiatan religius. Ada pula yang merasa nilai rohaninya naik turun tergantung aktivitas rohani. Padahal itu mirip dengan pola pikir Galatia. Mereka mulai mengandalkan agama untuk memperkuat perasaan rohani mereka.

Kasih karunia mengingatkan kita bahwa hubungan kita dengan Tuhan tidak ditentukan oleh ritual. Hubungan itu ditentukan oleh apa yang Kristus kerjakan bagi kita. Ketika kita percaya Injil, kita sudah sepenuhnya dikasihi dan diterima. Kegiatan rohani bisa menjadi sarana pertumbuhan, tetapi tidak pernah menjadi syarat keselamatan.

Hari ini renungkan hal ini. Tuhan tidak mengasihi kamu karena rutinitas ritualmu. Ia mengasihi kamu karena karya Kristus. Kamu tidak perlu mencari rasa aman melalui agama.

 

Kamu hanya perlu percaya kepada apa yang Kristus telah selesaikan.

 

Pertanyaan Refleksi

  1. Apakah aku masih menggantungkan rasa aman rohani pada ritual atau kebiasaan?
  2. Apakah aku sungguh percaya bahwa keselamatan sepenuhnya adalah karya Kristus?

 

Doa

Tuhan Yesus, terima kasih karena keselamatan tidak bergantung pada agama atau usaha manusia. Tolong aku untuk tidak kembali pada pola pikir yang menaruh keyakinan pada ritual. Ajar aku bersandar sepenuhnya pada karya Kristus yang sudah selesai. Amin.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *