Oleh: Dr. Djonny Pabisa, M.Pd., M.Th
Bacaan: Galatia 3:1-5
Ayat Utama:
“Adakah kamu sebegitu bodoh? Kamu telah mulai dengan Roh maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?”
(Galatia 3:3)
Paulus menegur jemaat Galatia dengan sangat tegas. Ia heran bagaimana mereka yang sudah menerima Roh melalui berita Injil tiba tiba mulai bergantung pada usaha sendiri. Mereka memulai dengan iman tetapi mencoba menyelesaikan hidup rohani dengan kemampuan manusia. Ini bukan sekadar kekeliruan kecil. Ini adalah bentuk penyimpangan dari Injil Kasih Karunia.
Roh Kudus tidak diterima melalui usaha, ritual, atau kepatuhan terhadap hukum. Roh Kudus diberikan ketika seseorang percaya kepada Injil yang Paulus beritakan. Karena itu, cara hidup orang percaya juga tidak didasarkan pada usaha diri. Hidup itu harus tetap bersumber dari iman, bukan dari daging. Jika seseorang berusaha disempurnakan melalui hukum, ia sedang bergerak mundur dari kasih karunia.
Paulus ingin menegaskan bahwa pembenaran adalah pekerjaan Allah yang diterima melalui iman. Iman membuka jalan bagi Allah untuk bekerja. Ketika seseorang bergantung pada usahanya sendiri, ia sedang memutus aliran kasih karunia yang seharusnya menguatkannya. Hanya iman yang benar yang memampukan manusia berjalan sesuai panggilan dalam tubuh Kristus.
Aplikasi Praktis dalam Kehidupan Sehari-hari
Mudah sekali bagi kita untuk memulai hidup rohani dengan iman tetapi kemudian tanpa sadar kembali bergantung pada kekuatan sendiri. Ketika kita berhasil, kita merasa bangga. Ketika kita gagal, kita merasa putus asa. Kedua perasaan ini muncul dari pola pikir yang masih mengandalkan daging, bukan kasih karunia.
Iman bukan sekadar percaya pada saat kita bertobat. Iman adalah cara hidup. Kita hidup karena percaya bahwa Roh Kudus bekerja melalui firman. Kita bertumbuh bukan karena kemampuan kita mengatur diri tetapi karena Tuhan terus berkarya melalui Injil. Ketika kita bergantung pada diri sendiri, kita cepat lelah. Namun ketika kita berjalan dalam iman, ada damai dan kekuatan yang tidak berasal dari manusia.
Hari ini biarkan imanmu kembali berfungsi sebagaimana mestinya. Jangan bergantung pada kemampuanmu. Jangan mengukur kedekatanmu dengan Tuhan berdasarkan performa.
Ingatlah bahwa kamu menerima Roh bukan melalui usahamu tetapi melalui iman kepada Injil. Dan cara hidupmu juga ditopang oleh iman yang sama.
Pertanyaan Refleksi
- Apakah aku menjalani hidup rohani lebih banyak dengan usaha diri daripada dengan iman?
- Apakah aku percaya bahwa Roh Kudus bekerja karena kasih karunia, bukan karena performaku?
Doa
Kristus Yesus Tuhanku, terima kasih karena Engkau memulai hidup baruku melalui iman, bukan usaha. Tolong aku agar terus berjalan dalam iman dan tidak bergantung pada kekuatan diri sendiri. Ajar aku percaya bahwa Engkau bekerja melalui kasih karunia setiap hari. Amin.





