HUKUM MENUNJUKKAN, TAPI TAK MENOLONG

Oleh: Dr. Djonny Pabisa, M.Pd., M.Th

Bacaan: Galatia 3:6-9

Read More

Ayat Utama:

“Jadi mereka yang hidup dari iman merekalah yang diberkati bersama sama dengan Abraham yang beriman itu.”
(Galatia 3:9)

 

Paulus kembali mengingatkan jemaat Galatia bahwa dari awal Allah sudah menetapkan prinsip iman sebagai dasar hubungan dengan manusia. Abraham dibenarkan bukan karena hukum. Ia dibenarkan jauh sebelum hukum diberikan. Abraham dibenarkan karena percaya. Karena itu, mereka yang hidup dari iman adalah anak anak rohani Abraham.

Paulus ingin menegaskan bahwa hukum tidak pernah dimaksudkan sebagai jalan pembenaran. Hukum hanya menunjukkan kesalahan. Hukum menyingkapkan dosa tetapi tidak memberi kekuatan untuk berubah. Injil Kasih Karunia yang Tuhan berikan kepada Paulus membawa sesuatu yang hukum tidak dapat berikan, yaitu kehidupan baru. Kasih karunia menolong, menguatkan, dan memampukan. Hukum hanya menunjukkan tetapi tidak menolong.

Dalam kebenaran ini, orang percaya belajar bahwa berkat Allah tidak datang melalui usaha menaati hukum. Berkat itu datang melalui iman kepada Kristus. Iman itulah yang menempatkan kita di dalam posisi yang diberkati. Kita tidak menjadi anak anak Allah karena usaha, tetapi karena percaya kepada karya Kristus yang sudah selesai.

 

Aplikasi Praktis dalam Kehidupan Sehari-hari

Banyak orang masih memandang hidup rohani seperti menjalani daftar peraturan. Mereka merasa rohani ketika berhasil menaati, tetapi merasa terhukum ketika gagal. Pola pikir ini membuat seseorang hidup dalam kecemasan rohani. Tidak ada damai. Tidak ada rasa aman. Karena fokusnya adalah usaha manusia, bukan kasih karunia.

Kasih karunia menunjukkan kepada kita bahwa kebenaran tidak dihasilkan dari hukum, tetapi dari iman. Kita hidup bukan dengan mengandalkan kemampuan diri tetapi dengan percaya bahwa Kristus sudah cukup. Ketika kita memahami ini, tekanan itu hilang. Kita berhenti mengejar kedudukan rohani melalui perbuatan. Kita mulai menikmati hubungan dengan Tuhan sebagai anak, bukan sebagai hamba.

Hari ini ingatlah bahwa hukum hanya dapat menunjukkan sesuatu yang salah tetapi tidak memberi kekuatan untuk mengatasinya. Kekuatan itu datang dari kasih karunia.

 

Dan kasih karunia diberikan kepada mereka yang percaya, bukan kepada mereka yang berusaha.

 

Pertanyaan Refleksi

  1. Apakah aku masih menilai hidup rohaniku dengan standar hukum?
  2. Apakah aku sungguh percaya bahwa kekuatan sejati datang dari kasih karunia, bukan dari usaha diri?

 

Doa

Kristus Yesus Tuhanku, terima kasih karena Engkau mengingatkan bahwa aku hidup oleh iman, bukan oleh hukum. Tolong aku untuk tidak menaruh kepercayaan pada kemampuan diri tetapi bersandar sepenuhnya pada kasih karunia Kristus. Ajar aku menikmati hidup sebagai anak yang Engkau kasihi. Amin.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *