Oleh: Dr. Djonny Pabisa, M.Pd., M.T
Bacaan: Roma 12:9–13
Ayat Utama:
“Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.”
(Roma 12:9)
Setelah bicara tentang tubuh Kristus dan peran setiap anggota, Paulus langsung masuk ke jiwa dari semua pelayanan itu, kasih. Tapi bukan sembarang kasih. Paulus bilang: “jangan pura-pura.” Kenapa? Karena kasih sejati bukan soal sikap luar, tapi isi hati. Kasih yang asli bukan hanya manis di mulut, tapi tulus dalam tindakan.
Ciri kasih tanpa kemunafikan? Menjauhi yang jahat, melekat pada yang baik, menghormati orang lain, murah hati, sabar dalam penderitaan, dan setia dalam doa. Ini bukan kasih pasif, tapi kasih yang aktif bergerak dan memberi.
Aplikasi Praktis dalam Kehidupan Sehari-hari
Kita hidup di dunia yang penuh basa-basi dan pencitraan. Tapi sebagai orang yang sudah ditebus oleh kasih karunia, kita dipanggil untuk menunjukkan kasih yang otentik. Kasih yang tidak tergantung apakah orang itu pantas, seiman, atau menyenangkan hati kita. Kasih seperti ini bukan hasil dari latihan sosial, tapi buah dari hidup yang disentuh salib.Inilah kasih yang tidak menuntut balasan, tapi tetap memberi karena sudah lebih dulu menerima.
Kasih seperti ini gak bisa dibuat-buat—hanya bisa dihasilkan oleh kehidupan yang diubahkan oleh Kristus. Mulailah dari hal sederhana: mendoakan yang sulit dikasihi, membantu tanpa pamrih, hadir tanpa menuntut balas. Dan kalau kamu belum mengenal kasih Kristus secara pribadi, hari ini kamu bisa percaya. Dia mengasihimu dengan kasih yang paling murni, melalui salib-Nya.
Kasih apa adanya. Jangan tunggu orang pantas dikasihi. Kasihi seperti Kristus mengasihimu—dalam kelemahanmu.
“Kasih yang sejati tidak basa-basi. Itu nyata, tulus, dan mengalir dari hati yang sudah disentuh kasih karunia.”
Pertanyaan Refleksi:
- Apakah aku mengasihi orang lain dengan tulus, atau hanya karena kewajiban atau pencitraan?
- Siapa orang yang Tuhan mau aku kasihi hari ini tanpa syarat?
- Apa tindakan konkret kasih yang bisa aku lakukan, walau kecil, tapi tulus?
Doa:
Tuhan Yesus Kristus, ajarku untuk mengasihi seperti Engkau mengasihiku, bukan dengan kepura-puraan, tapi dengan ketulusan. Hancurkan sikap egois dan kemunafikan dalam hatiku. Bentuk aku menjadi pribadi yang penuh kasih nyata, yang mencerminkan kasih-Mu kepada dunia yang haus akan cinta sejati. Amin.





