TIDAK MEMBANGGAKAN HIKMAT MANUSIA

Oleh: Dr. Djonny Pabisa, M.Pd., M.Th

Bacaan: 1 Korintus 1:18–25

Read More

Ayat Utama:

“Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan hal itu adalah kekuatan Allah.”
(1 Korintus 1:18)

 

Di Korintus, orang dianggap hebat kalau bisa bicara pintar, meyakinkan, dan memukau. Tapi Paulus datang bukan membawa gaya bicara yang memesona, melainkan salib-simbol kelemahan dan kehinaan. Dunia mencemooh, tapi justru di sanalah terletak kekuatan sejati dari Allah.

Allah sengaja menghancurkan kesombongan manusia dengan menyatakan keselamatan melalui cara yang tidak masuk akal bagi logika dunia: seorang Mesias yang mati tergantung di kayu salib. Injil bukan dibuat untuk menyenangkan ego manusia, tapi untuk menghancurkan keangkuhan dan menyalakan iman.

Kasih karunia tidak bisa dibanggakan, hanya bisa diterima. Dan ketika kamu menerimanya, kamu tidak akan bisa membanggakan hikmat atau kekuatanmu sendiri.

 

Aplikasi Praktis dalam Kehidupan Sehari-hari

Di dunia yang membentuk kita untuk tampil pintar, kompeten, dan selalu benar, percaya pada salib Kristus bisa terlihat bodoh. Tapi inilah iman yang sejati: ketika kamu menyandarkan dirimu bukan pada kekuatan atau kepintaran, tapi pada kasih karunia.

Berhenti mencoba menyelamatkan diri dengan citra rohani yang dikurasi. Berhenti mengukur dirimu dengan penilaian dunia. Percayalah bahwa salib cukup, bahwa kasih karunia adalah kekuatan sejati, meski dunia menyebutnya kelemahan.

Kalau kamu belum percaya, hari ini kamu bisa melepaskan semua pencapaian dan beban, dan datang kepada Kristus yang disalibkan dan bangkit, bukan untuk mengesankan, tapi untuk menyelamatkan.

Renungkan di mana kamu masih menggantungkan nilai hidupmu pada hikmat atau kekuatan manusia, dan tukarkan itu dengan kekuatan salib.

 

“Salib mungkin tampak lemah di mata dunia, tapi di sanalah kekuatan Allah bekerja paling dahsyat.”

 

Pertanyaan Refleksi:

  • Apakah aku lebih suka terlihat bijak di mata manusia daripada rendah hati di hadapan Allah?
  • Apa yang selama ini aku banggakan selain salib Kristus?
  • Apakah aku sungguh percaya bahwa kasih karunia cukup, bahkan ketika aku tidak kelihatan kuat?

 

Doa:

Tuhan Yesus Kristus, terima kasih karena Engkau sudah menyelamatkanku bukan melalui kekuatan dunia, tapi melalui salib yang dunia anggap hina. Ajarku untuk tidak membanggakan apa pun selain Engkau. Biarlah hidupku berdiri di atas dasar kasih karunia, bukan prestasi atau kebijaksanaan dunia. Amin.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *