Oleh: Dr. Djonny Pabisa, M.Pd., M.Th
Bacaan: 1 Korintus 4:6–7
Ayat Utama:
“…supaya kamu belajar dari kami untuk tidak melampaui apa yang ada tertulis…”
(1 Korintus 4:6b)
Salah satu sumber masalah dalam jemaat Korintus adalah kesombongan rohani. Mereka mulai berargumen dan menilai satu sama lain berdasarkan standar manusia. Paulus langsung menegur: Jangan melampaui apa yang ada tertulis!
Artinya? Jangan tambahkan, jangan kurangi, jangan mengganti otoritas Firman dengan opini pribadi atau tradisi manusia. Standar kebenaran tidak berubah karena budaya atau emosi. Kita dipanggil bukan untuk menciptakan kebenaran baru, tapi untuk tetap di dalam kebenaran yang telah dinyatakan.
Aplikasi Praktis dalam Kehidupan Sehari-hari
Di era opini dan konten berlimpah, mudah sekali terseret pada ajaran, kutipan, atau narasi yang terdengar rohani tapi menyimpang dari Firman. Kita perlu kembali ke akar: Apa kata Firman Tuhan? Itulah patokan hidup kita.
Kita tidak dipanggil untuk menyesuaikan Firman dengan keinginan manusia, tetapi untuk menyesuaikan diri kita dengan kebenaran yang sudah Allah nyatakan. Kasih karunia memberi kita kebebasan, tapi bukan untuk membuat aturan sendiri. Kebebasan sejati bukan hidup tanpa batas, tapi hidup dalam batas yang ditetapkan oleh kasih. Justru di dalam ketaatan, kita menemukan kedalaman relasi dengan Tuhan yang tidak bisa digantikan oleh kompromi.
Hiduplah dengan penuh kasih, tapi juga penuh ketegasan terhadap kebenaran. Jangan takut berdiri pada apa yang tertulis, meskipun itu membuatmu berbeda. Yang penting bukan popularitasmu, tapi keteguhanmu di atas dasar yang benar.
Uji ulang keyakinan, kebiasaan, dan pemahamanmu. Apakah itu selaras dengan Firman, atau hanya warisan tradisi dan opini pribadi? Kembalilah kepada apa yang tertulis.
“Kita tidak dipanggil untuk mengedit Firman, tapi untuk hidup oleh Firman.”
Pertanyaan Refleksi:
- Apakah aku mulai melampaui atau mengabaikan kebenaran Firman demi kenyamanan pribadi?
- Apa saja area hidupku yang perlu kembali disesuaikan dengan apa yang tertulis?
- Apakah aku lebih takut tidak diterima manusia, atau tidak taat kepada Firman?
Doa:
Tuhan Yesus Kristus, aku mau hidup berakar dalam Firman-Mu, bukan dalam opini atau tren. Ajar aku untuk rendah hati tunduk kepada kebenaran-Mu, bahkan saat sulit atau tidak populer. Tuntun aku untuk tidak melampaui apa yang Engkau nyatakan. Amin.





