Oleh: Dr. Djonny Pabisa, M.Pd., M.Th
Bacaan: 1 Korintus 16:1–4
Ayat Utama:
“Hendaklah tiap-tiap kamu, sesuai dengan apa yang kamu peroleh, menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah.”
(1 Korintus 16:2a)
Paulus mengajarkan prinsip memberi yang bukan berdasarkan tekanan, tapi berdasarkan kasih karunia. Memberi bukan tentang nominal besar, tapi tentang hati yang sadar bahwa segala sesuatu yang kita miliki berasal dari Tuhan.
Memberi adalah ekspresi iman dan bentuk nyata dari kasih. Dalam kasih karunia, kita tidak lagi memberi karena takut atau malu, tetapi karena kita telah lebih dahulu menerima.
Ini bukan kewajiban agama, tetapi kesempatan untuk mencerminkan karakter Allah yang murah hati.
Aplikasi Praktis dalam Kehidupan Sehari-hari
Mungkin kamu pernah merasa: “Aku belum cukup diberkati untuk bisa memberi.” Tapi kasih karunia membalik pola pikir itu. Kamu diberi supaya bisa jadi saluran berkat. Bukan soal berapa banyak yang kamu punya, tapi bagaimana kamu mengelolanya dalam kasih.
Memberi bukan hanya uang. Itu juga bisa berupa waktu, perhatian, doa, atau dorongan bagi sesama. Yang Tuhan lihat bukan jumlahnya, tapi sikap hatimu. Memberi dalam kasih karunia berarti kamu percaya bahwa Tuhan sanggup mencukupi bahkan saat kamu berbagi.
Jika kamu memberi dari kelimpahan, bersyukurlah. Jika kamu memberi dari kekurangan, percayalah. Karena setiap tindakan memberi yang digerakkan oleh iman dan kasih akan menyentuh surga dan memberkati bumi.
“Memberi bukan kehilangan, itu mempercayakan kembali kepada Sang Pemilik segalanya.”
Pertanyaan Refleksi:
- Apakah aku memberi karena kasih atau karena tekanan?
- Dalam hal apa aku bisa lebih rela memberi untuk pekerjaan Tuhan atau orang lain?
- Sudahkah aku menyadari bahwa aku diberi untuk menjadi berkat?
Tantangan Hari Ini:
Berikan sesuatu hari ini, entah itu materi, waktu, atau perhatian, kepada seseorang atau untuk pekerjaan Tuhan, sebagai respons kasih, bukan kewajiban.
Doa:
Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah memberi dirimu sepenuhnya bagiku. Ajari aku untuk memberi bukan karena harus, tapi karena kasih. Pakailah hidupku, berkatku, dan waktuku sebagai alat untuk menunjukkan kemurahan-Mu kepada orang lain. Amin.





