DARI MASA LALU KE HIDUP YANG BARU

Oleh: Dr. Djonny Pabisa, M.Pd., M.Th

Bacaan: Galatia 2:1-5

Read More

Ayat Utama:

“Tetapi sekalipun Titus, yang ada bersamaku, sekalipun ia orang Yunani, namun ia tidak dipaksa untuk disunat.”
(Galatia 2:3)

 

Paulus membawa Titus ke Yerusalem sebagai sebuah contoh nyata tentang bagaimana kasih karunia bekerja dalam kehidupan orang percaya. Titus adalah seorang Yunani. Ia tidak memiliki latar belakang Yahudi, tidak hidup di bawah hukum, dan tidak pernah mengikuti ritual leluhur Israel. Namun Paulus menegaskan bahwa Titus diterima sepenuhnya sebagai saudara seiman tanpa syarat hukum apapun.

Hal ini penting karena orang orang yang mencoba menambahkan persyaratan hukum berusaha memaksakan sunat sebagai tanda kelayakan rohani. Paulus menolak gagasan itu karena itu berarti menodai kemurnian Injil Anugerah. Jika Titus harus disunat agar diterima, maka kematian dan kebangkitan Kristus belum dianggap cukup.

Penerimaan Titus menunjukkan bahwa masa lalu seseorang tidak menentukan nilai rohaninya di hadapan Tuhan. Identitas yang baru lahir bukan dari ritual atau hukum, melainkan dari karya Kristus bagi kita. Kita diberi hidup yang baru bukan karena kemampuan diri, tetapi karena Allah menempatkan kita di dalam Kristus begitu kita percaya Injil yang Paulus beritakan.

 

Aplikasi Praktis dalam Kehidupan Sehari-hari

Masa lalu sering menjadi beban bagi banyak orang. Luka lama, kebiasaan buruk, atau kegagalan sering membuat seseorang merasa tidak layak di hadapan Tuhan. Namun Injil Anugerah mengajarkan bahwa identitas baru tidak dibangun di atas kemampuan manusia memperbaiki diri. Identitas baru lahir ketika seseorang percaya kepada karya Kristus yang sudah selesai.

Titus bukan orang yang sempurna. Tetapi ia adalah contoh nyata bahwa kasih karunia tidak memilih berdasarkan latar belakang. Ketika seseorang percaya kepada Kristus, Allah memberikan status baru tanpa melihat sejarah hidupnya. Ia tidak memaksa kita memenuhi syarat agar diterima. Ia menerima kita karena karya Anak Nya.

Hari ini ingatlah bahwa masa lalu tidak menentukan siapa dirimu di dalam Kristus. Tuhan tidak menunggu kamu sempurna sebelum menerima kamu. Ia sudah menjadikanmu ciptaan baru ketika kamu percaya Injil Anugerah.

 

Hiduplah dengan keyakinan bahwa identitas barumu jauh lebih kuat daripada masa lalumu.

 

Pertanyaan Refleksi

  1. Apakah aku masih menilai diriku berdasarkan masa lalu?
  2. Apakah aku benar benar percaya bahwa identitasku ditentukan oleh Kristus, bukan oleh sejarah hidupku?

 

Doa

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau menerima aku apa adanya dan memberi aku hidup yang baru melalui karya Kristus. Tolong aku untuk tidak lagi dikuasai masa lalu tetapi berjalan dalam identitas baru yang Engkau berikan. Amin.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *