WANITA, MARTABAT, DAN KETERTIBAN DALAM GEREJA

Oleh: Dr. Djonny Pabisa, M.Pd., M.Th

Bacaan: 1 Korintus 11:2–16

Read More

Ayat Utama:

“Sebab laki-laki tidak datang dari perempuan, tetapi perempuan dari laki-laki. Dan laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan karena laki-laki.”

(1 Korintus 11:8–9)

Bagian ini seringkali disalahpahami sebagai merendahkan wanita. Tapi jika dibaca dalam terang kasih karunia dan konteks jemaat awal, Paulus tidak sedang menurunkan martabat perempuan, justru menegaskan peran dan kehormatan dalam ketertiban.

Paulus menunjukkan bahwa dalam Kristus, semua setara secara nilai, tapi tidak harus seragam dalam peran. Kasih karunia tidak menghapus struktur, tapi menyucikan dan menatanya.

Ketertiban bukan ancaman bagi kebebasan, justru itu panggilan untuk saling menghormati dan hidup terarah dalam relasi, termasuk di dalam jemaat.

Aplikasi Praktis dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam dunia yang terus mendorong pemberontakan terhadap struktur, Paulus mengajarkan bahwa ketertiban dalam relasi bukanlah bentuk penindasan, tapi ekspresi kasih dan tanggung jawab. Tidak semua hal harus disamaratakan agar bisa dihargai.

Sebagai pria maupun wanita, kamu dipanggil untuk menghormati struktur yang Tuhan tetapkan, tanpa merasa lebih tinggi atau lebih rendah. Martabat bukan soal posisi, tapi tentang sikap hati yang tunduk kepada Tuhan.

Ketika kamu belajar hidup dalam ketertiban dan saling menghormati peran masing-masing, kamu sedang menunjukkan Injil dalam bentuk yang nyata. Dunia butuh melihat bahwa kebebasan sejati bukan terjadi saat struktur dirobohkan, tapi saat semua bagian bekerja bersama dalam kasih dan tujuan yang sama.

“Ketertiban bukan tentang siapa lebih tinggi, tapi tentang bagaimana kasih bisa mengalir dengan indah.”

Pertanyaan Refleksi:

• Apakah aku memahami peranku sebagai bagian dari tubuh Kristus dengan rasa hormat?

• Dalam hal apa aku bisa menunjukkan kasih lewat sikap tertib dan saling menghargai?

• Apakah aku melihat struktur rohani sebagai beban, atau sebagai cara Tuhan menjaga keharmonisan?

Tantangan Hari Ini:

Ambil waktu untuk menghormati peran orang lain dalam keluargamu, gerejamu, atau persekutuanmu. Tunjukkan kasih dengan sikap yang menghargai tanpa merasa lebih tinggi.

Doa:

Tuhan Yesus Kristus, ajari aku untuk hidup dalam sikap hormat dan kasih. Tuntun aku menghargai setiap peran yang Engkau tetapkan, dan berilah aku kerendahan hati untuk membangun ketertiban, bukan kekacauan. Bentuk hatiku agar mencerminkan keharmonisan yang berasal dari-Mu. Amin.

 

 

 

 

 

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *